Jumat, 24 Juli 2015

Dalam Diamku

Alam pernah menjadi saksi Saksi ketika kita sedang berbagi canda Ditengah gelapnya kota, yang indah penuh bintang dilangit Dan semakin indah dengan adanya kamu disampingku Hey kamu, Taukah jika hati ini sedang menjerit? Ketika bait puisi hanyalah menjadi sebuah tulisan tak berarti, Ingin rasanya menjerit Jeritan yang seakan tak bisa dijeritkan Jeritan hatiku ternyata sangat menyakitkan Ingatkah tentang puisi waktu itu Puisi sederhana yang pernah ku tulis hanya buat kamu Ada sebuah tanda tanya di dalam puisi itu Dan mungkin saat ini adalah jawaban akan tanyaku itu Karna tak pernah ku lihat senyum indahmu lagi Bahkan tak hanya senyum, Kini kita tak lagi saling menyapa Entah apa yang membuat kata-kata sulit terungkapkan Aku hanya bisa diam Selalu mencoba tersenyum dan bangkit disaat aku sedang terjatuh Hanya bisa bercerita dengan tuhan Dan meminta kita dipertemukan walau hanya dalam mimpi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar