Alam pernah menjadi saksi
Saksi ketika kita sedang berbagi canda
Ditengah gelapnya kota, yang indah penuh bintang dilangit
Dan semakin indah dengan adanya kamu disampingku
Hey kamu,
Taukah jika hati ini sedang menjerit?
Ketika bait puisi hanyalah menjadi sebuah tulisan tak berarti,
Ingin rasanya menjerit
Jeritan yang seakan tak bisa dijeritkan
Jeritan hatiku ternyata sangat menyakitkan
Ingatkah tentang puisi waktu itu
Puisi sederhana yang pernah ku tulis hanya buat kamu
Ada sebuah tanda tanya di dalam puisi itu
Dan mungkin saat ini adalah jawaban akan tanyaku itu
Karna tak pernah ku lihat senyum indahmu lagi
Bahkan tak hanya senyum,
Kini kita tak lagi saling menyapa
Entah apa yang membuat kata-kata sulit terungkapkan
Aku hanya bisa diam
Selalu mencoba tersenyum dan bangkit disaat aku sedang terjatuh
Hanya bisa bercerita dengan tuhan
Dan meminta kita dipertemukan walau hanya dalam mimpi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar